Label

Selasa, 29 Januari 2013

PPMI DK SURAKARTA DAN KISAH PANDORA


(Sejarah Singkat PPMI DK Surakarta)
Oleh: Richi Anyan

Inilah sebuah permulaan yang sudah diawali sejak dahulu. Inilah permulaan walau bukan awal. Lahirlah sebuah sejarah baru di Kota pers tersebut. Lahirlah PPMI DK Surakarta dari benih-benih yang sudah lama terendap zaman. Benih-benih yang diyakini akan melahirkan sejarah-sejarah baru di Bumi Pertiwi.

Sudah dua tahun lebih saya bersama beberapa orang teman dari Pengurus PPMI DK Yogyakarta datang mendeklarasikan PPMI DK Surakarta. Rencana deklarasi ini bukan terjadi dengan instan. Jauh sebelum deklarasi ini, LPM-LPM yang berada di Surakarta sudah banyak yang bergabung dengan PPMI. Bahkan, ada beberapa LPM yang mendelegaskan pengurusnya untuk menjadi Pengurus Nasional PPMI. Perlu diingat bahwa PPMI pernah mengadakan Mukernas pada tahun 2001 di Surakarta.

Jumat, 18 Januari 2013

Demam Kawasaki itu Apa Sih


Oleh: Richi Anyan

Hand Phone-ku berbunyi saat saya lagi asyik nongkrong di kafe yang tak jauh dari kosan. Ada telphon dari Tommy.

“Lagi di mana? Ini ada Bang Yushar ngajak nongkrong.” Tanya Tommy.

“Oh ya, sebentarnya, aku lagi ngobrol sama teman-teman di kafe LB. sebentar lagi aku ke sana. Kalian sekarag posisi di mana?” Tanyaku sambil mengisap rokok yang masih berada di tangan.

“Kami berada di kafe depan warnet M”. Jawabnya singkat.

“Ok tunggu aku ya” jawabku meyakinkan mereka kalau aku akan ke sana.

Setelah selesai berbicang beberapa hal dengan teman-teman, saya langsung berangkat ke TKP. Jarak kedua kafe tidak terlalu jauh. Butuh waktu tak samapai 5 menit (dengan mengendarai motor) untuk sampai ke sana.

Kafe yang au tuju tidak terlalu besar, jadi sangat mudah untuk mencari Tommy dan bang Yushar. Namun ternyata mereka sudah tidak berada lagi di sana.


Sabtu, 22 Desember 2012

Salam Perpisahan dari Bima

Oleh Richi Anyan
Waktu menunjukan pukul 10.10. Tilong Kabila perlahan mulai bersandar di pelabuhan Bima. Kapten kapal dengan sangat teliti dan hati-hati menyandarkan  kapal secara perlahan di dermaga.
Penumpang yang akan segera turun sudah menumpuk di pintu keluar sebelah  kanan. Penumpang  yang akan segera na ikpun sudah berdesakan di gerbang masuk dari terminal penumpang menuju kapal.
Aku masih asyik bercerita dengan Tom. Tom adalah Turis yang berasal dari lyon, Perancis. Dia berencana  untuk berada di Indonesia selama tiga bulan. Sudah hampir dua bulan dihabiskannya untuk mengelilingi Daerah Sumatra, Jawa, dan Bali. Dia banyak bercerita tentang Aceh. Saya sangat antusias mendengar ceritanya tentang Aceh dan Sumatra. Jujur saja, saya sangat belum  pernah ke Sumatra, tapi sudah banyak cerita yang saya dengar tentang Sumatra. Dia begitu bersemangat menceritakan tentang indahnya budaya Aceh, tapi tidak untuk  pantainya.

Sabtu, 01 Desember 2012

Baliku Indah, Baliku Malang

(Eksploitasi Hutan Mangrove)
Oleh: Richi Anyan

Jering SID melakukan Aksi Solidaritas Tolak Eksploitasi Mangrove
“Bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan semua manusia, tapi tidak cukup untuk memenuhi keserakahan satu orang manusia” Mahatma Ghandi.

Bagi sebagian besar orang, berlibur ke Bali, khususnya Bali Selatan, merupakan salah satu alternatif terbaik.Bermain ke Pantai Kuta, Pantai Sanur, Dream Land, Tahura (salah satu wisata hutan bakau), dan beberapa tempat wisata lainnya merupakan pilihan yang menyenangkan.banyak pilihan, tinggal anda memilihnya.

Pengalaman dua minggu saya berada di Bali bukanlah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Entah kenapa saya selalu melihat sesuatu dari sudut pandang  yang berbeda. “Mungkin karena kamu persma” canda salah seorang teman di warung makan Surabaya.

Hari pertama saya tiba di Bali, saya diungsikan di Sekretariat Walhi Bali (Wahana Lingkungan Hidup), walau akhirnya saya tinggal menetap di sini. Di tempat ini, saya mengenal banyak orang yang mungkin bisa saya bilang seideologi dengan saya. Orang-orang yang selalu memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Di sinilah saya  dididik tentang melihat sebuah realita dari sudut kaum anomali. Di sinilah saya belajar tentang dari mereka yang anomali itu.

Bali adalah salah satu daerah  wisata yang indah di Indonesia. Ada banyak tempat wisata alam, seperti Pantai Kuta, Pantan Sanur, Dream Land, dan lain sebagainya. Selain wisata alam, Bali juga menawarkan banya sekali tempat wisata hiburan. Inilah tawaran-tawaran yang membuat orang berpikir kalau Bali itu indah. Keindahannya itu bahkan tersohor ke seluruh Dunia. Keindahan itu pula membuat Bali lebih tersohor dikalangan para turis dibandingkan Indonesia, Negara yang menaunginya.

Persma Sebuah Tanda Koma

(Peran Persma dalam Mengkawal Isu Lingkungan)

Oleh: Richi Richardus Anyan
Gilitrawangan
 “Kalau kita akan memuliakan bangsa dan nusa, baiklah kita menyempurnakan terlebih dahulu mereka yang tertindas itu. Sebelum mereka hidup sempurna, belumlah kita berhak menamakan diri kita sebagai: Anak Indonesia!” Bung Tomo.

Bukan sebuah Pengantar

Gili saat senja
Setelah gendang revolusi industri didendangkan, bangsa-bangsa di Eropa mulai menginvasi ke berbagai bangsa di belahan Timur Dunia guna mencari bahan mentah untuk kepentingan industrinya. Inilah  motivasi awal sampai timbulnya perang dunia II. Motivasi ini tidak hanya selesai sampai perang berakhir, namun hingga detik ini, motivasi tersebut masih  terus berlangsung.

Indonesia sebagai salah satu Negara yang kaya akan alamnya menjadi targetan utama saat ini. Lihatlah bagaimana wilayah-wilayah di Indonesia dibagi-bagi oleh Negara-negara Eropa, Australia, dan Amerika. Papua dan Kalimantan menjadi ajang dominasi Amerika. Pantai Selatan Pulau Jawa, Pulau Timor dan beberapa daerah lain menjadi dominasi Australia. Sulawesi, Sumatra, dan beberapa daerah lain menjadi dominasi negara-negara Eropa. Inilah bentuk invasi yang dilakukan oleh negara-negara industri di Indonesia. Bukanlah hal yang sulit untuk melakukan invasi itu saat ini. Tidak perlu tentara yang banyak untuk melakukan invasi tersebut. Cukup dengan sedikit uang semuanya terselesaikan.

Masalah yang serumit itu diperparah dengan sikap ketidak pedulian kebayakan orang akan lingkungan sekitar tempat dia berada. Dari masalah pertambangan sampai masalah sampah sekitar kitapun, kadang diabaikan.

Pada seminar kali ini, saya membatasi pembahasan kita tataran bagaimana peran mahasiswa dalam mengkawal sebuah permasalahan lingkungan melalui media dan bagaimana persma sebagai media alternatif mengkawal permasalahan lingkungan.

Kamis, 29 November 2012

Akreditasi Busuk


Oleh: Richi Anyan

Kisah  dongen tikus dan kucing merupakan sebuah kisah lama yang terus difariasi jalan ceritanya. Apapun ceritanya, tapi tikus selalu menjadi korban. Karena itu, tikus harus berpikir keras agar dapat mempertahankan hidupnya dari kucing. Karena itu tikus selalu dibilang binatang licik. Itu hanya sebuah dongeng lama yang sudah diketahui banyak orang.

Jalan cerita dari dongen di atas sudah berbanding terbalik dengan realita yang terjadi hari ini. Tikus adalah salah satu binatang yang sangat ditakuti oleh kucing. Lucunya lagi kucing malah dibuat untuk selalu mematuhi peraturannya tikus. Bahkan kucing dididik bertingkah seperti tikus. Demikianlah yang terjadi di dunia  pendidikan.

Akreditasi merupakan salah satu masalah yang sangat urgen bagi mahasiswa saat ini. Hal ini dikarenakan akreditasi menjadi salah satu kriteria dalam dunia kerja nanti. Karena itu, tidaklah mengherankan kalau banyak mahasiswa protes apabila akreditasi jurusannya di bawah standar atau terakreditasi C. Akan tetapi, apakah benar akreditasi menjadi kebutuhan utama mahasiswa dalam mencari kerja?

Dewan Etik Nasional


Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia
Oleh Richi Anyan
“DEN itu teman curhatnya sekjen”. Demikian kata salah seorang pengurus PPMI ketika aku coba menanyakan apa  itu DEN. Mungkin ada benarnya, tapi itu bukan tugas utama DEN.
Berbicara soal DEN menjadi salah satu hal yang masih gamblang bagi sebagian besar persma bahkan bagi sebagian pengurus PPMI. Bagiku itu hal yang wajar. DEN selama ini, bagiku, tidak melakukan tugasnya secara maksimal. Mencoba berkaca dari DEN PPMI dua periode ke belakang, tepatnya ketika dikoordinatori oleh Fajar Kelana dan Sirtu, DEN seperti tidak melakukan apapun.
Bagaimana tidak? Pada jaman Fajara Kelana, tugas dari seorang DEN tidak dikonsepkan secara matang. Improfisasi menjadi jalan keluar dalam menjalankan tugas DEN. Namun bukan berarti pada jaman ini, tidak ada kontribusi  bagi kepengurusan PPMI saat itu. Belajar dari pengalaman dalam menjalankan tugas saat itu, akhirnya mereka mengkonsepkan beberapa hal terkait dengan tugas-tugas seorang DEN.

Minggu, 11 November 2012

Negaraku Negara Komik



(Menyikapi Berbagai Konflik di Indoneia)

Oleh: Richi Anyan

Terlintas candaan dalam sebuah diskusi bahwa apa benar negara ini negara komiknya Sang Penguasa? Apakah kita hanya gambar dalam imajinasi yang mereka dituangkan dalam komik politik yang akan mereka buat? Kita bukan pensil yang digunakan untuk gambar. Kita adalah gambar-gambar yang mereka buat melalui banyak kontrak politik dan negara hanyalah kertas putih yang siap di gambar. Lalu apa hubungan dengan berbagai konflik saat ini? Apa benar negara ini  negara komik? Mari kita bahas.

Menanggapi berbagai isu penculikan yang terjadi akhir-akhir ini di Mataram, mungkin ada benarnya kalau isu ini merupakan isu lokal. Mungkin ada benarnya juga  kalau isu ini terkait dengan faktor ekonomi masyarakat. Namun saya secara pribadi menolak isu ini dilokalkan. Lebih tepatnya, saya menolak isu ini dibuat lebih sederhana pada lokalitas Mataram saja. 

Jumat, 02 November 2012

Aksi Solidaritas Wartawan Bali

Aksi solidaritas wartawan Bali terhadap kasus pemukulan yang dilakukan oleh prajurit TNI AU terhadap wartawan dilakukan di depan kantor TNI AU Ngurah Rai (17/10/12). Aksi solidaritas wartawan ini tidak hanya terdiri dari wartawan saja tapi juga PPMI DK Denpasar, Walhi, organ dan individu-individu yang peduli terhadap kebebasan pers.





Selasa, 14 Agustus 2012

Acta Diuma adalah Koran Pertama di Dunia

Oleh Richi Anyan
Koran (dari bahasa Belanda: Krant, dari bahasa Perancis courant) atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya bisa berupa even politik, kriminalitas, olahraga, tajuk rencana, cuaca. Surat kabar juga biasa berisi kartun, TTS dan hiburan lainnya.
Perkembangan surat kabar di Indonesia pasca Orde Baru bak jamur yang menyebar di musim hujan. Apalagi setelah runtuhnya orde baru lahi UU Nomor 40 1999 yang menjaga kebebasan pers. Perkembangan itu patut kita syukuri. Banyak hal akhirnya bisa kita ketahui melalui media.
Namu apakah banyak yang tahu soal sejarah pers di dunia? Masih terlalu sedikit orang yang mau menggali tentang sejarah persuratkabaran pertama di dunia. Salah satu faktormya adalah kuragnya kesadaran tertib administrasi pada zaman dahulu. Hal ini  mengakibatkan banyak arkeolog atau sejarawan yang ingin menulis tentang persuratkabaran mengalami kesulitan karena kurangnya data-data sejarah atau teks-teks lama  yang membicarakan tentang hal ini.
Lepas dari semuanya itu, patut kita acungi jempol bagi Kekaisaran Roma yang cukup sadar akan pentingnya sebuah pencatatan, bahkan dalam hal pemberitaan. Julius Caesar adalah salah satu kaisar yang sadar bagaimana mengkonstruksi pemikiran rakyatnya melalui media.
Surat kabar pertama di dunia dalam sejarah jurnalistik adalah “Acta Diuma”. Surat kabar ini lahir pada tahun 59 SM di kota Roma pada zaman Kekaisaran Julius Caesar.
Acta Diuma” berisikan kebijakan-kebijakan kaisar dan beberapa hal terkait keterangan dari istana yang harus diketahui oleh seluruh rakyat Roma. Bentuknya semacam siaran pers yang ditulis di sembarang benda karena belum ditemukannya kertas saat itu.

Senin, 11 Juni 2012

Aksi BBM Dari, oleh, dan Untuk Rakyat

Oleh: Richi Richardus P. Anyan
Siapa yang sudah lupa dengan berbagai aksi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat menanggapi isu naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM)? Tentu masih ingat. Hampir semua media memberitakan berbagai aksi demonstrasi itu sebagai headline news. Bagai mana tidak? Hampir seantero negeri ini melakukan berbagai aksi penolakan terhadap naiknya isu BBM tersebut.
Berbagai aksi itu dilakukan sebagai bentuk menyuarakan aspirasi rakyat yang  belum sempat disuarakan oleh mereka yang menamakan diri mereka wakil rakyat. Lalu dimana peran wakil rakyat saat itu? Wakil rakyat sepertinya lebih takut pada partai dan duduk bungkam seribu bahasa daripada melawan partai mereka dengan menyuarakan suara rakyat.
Lain lagi dengan partai. Partai yang biasanya mengkader para calon wakil rakyat malah menggunakan kekuasaan yang mereka punya untuk melawan rakyat. Partai menggunakan aparat polisi untuk membumkan rakyat atau golongan organ yang berusaha menyuarakan suara rakyat. Polisi menggunakan senjata dan kekerasan untuk menyerang siapapun yang mau menyuarakan suara rakyat. Suara dari lubuk derita yang dialami oleh rakyat.
Pertanyaan pun bermunculan. Apakah alasan rasional polisi saat melakukan kekerasan tersebut? Apakah dengan melakukan kekerasan, aparat polisi tidak melanggar HAM? Lalu apa hukuman bagi mereka? Tidak adakah cara lain dari pihak kepolisian dalam menangani para masa aksi?

Sabtu, 09 Juni 2012

Tujuh Kriteria Sumber Anonim


PANTAU punya tujuh kriteria untuk sumber-sumber anonim. Kesemuanya dibahas agak panjang lebar dalam buku Warp Speed (1999) pada bab "The Rise of Anonymous Sourcing" (h. 33-42) karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, ketika mereka membahas pemakaian sumber anonim pada kasus Monica Lewinsky.
Pada dasarnya, kita harus ingat bahwa sumber yang anonim tak memberi kesempatan pada audiens kita (pemirsa, pembaca, pendengar) untuk menentukan seberapa besar derajat kepercayaan mereka pada sumber bersangkutan. Ini praktek yang harus kita hindari karena kita harus bisa memberikan kesempatan kepada pembaca kita untuk menentukan sendiri; seberapa besar ia mau percaya pada suatu keterangan.
Seorang sumber anonim juga punya kecenderungan untuk lebih kurang bertanggungjawab ketimbang sumber yang sama tapi identitasnya disajikan dengan lengkap. Sumber anonim cenderung lebih sering "bernyanyi" --kedengarannya merdu, sensasional, tapi esensinya lebih kecil dari nyanyian.
Kita harus ekstra hati-hati dengan sumber yang minta diberi status anonim. Frase yang sering dipakai wartawan Indonesia, "menurut sebuah sumber yang layak dipercaya" --meminjam gurauan satiris kita Hamid Basyaib-- harusnya bisa kita artikan sebagai "sumber yang layak ditempeleng."

Rabu, 06 Juni 2012

gambar menarik




Hakikat Gerakan Pers Mahasiswa

Oleh : Richi Anyan
 
Kami Kritis, Kami menulis


Musyawaah kota (Muskot) PPMI Dewan Kota Yogyakarta baru saja dilaksanakana pada tanggal 2-3 Oktober 2010 FH UII Yogyakarta. Ada banyak sekali masalah yang dibahas di Muskot saat itu, baik itu masalah PPMI Nasiona maupun masalah PPMI Dewan Kota Yogyakarta.
Adapun beberapa  hal yang menjadi rekomendasi dari PPMI Dewan Kota Yogyakarta untuk PPMI nasional yaitu terkait arah PPMI kedepannya, DEN, dan PPMI nasional. Setelah saya selaku Sekjen PPMI Dewan Kota Yogyakarta yang belum memiliki kepengurusan kota secara formal dan beberapa anggota besarta calon Pengurus Divisi Advokasi Nasional berunding, kami memutuskan untuk beberapa hal ini patut kita diskusikan secara besama-sama di Mukernas ini. terkait beberapa  hal  ini akan kita bahas satu per satu.

Sabtu, 02 Juni 2012

Ini Sebuah Kehormatan

Kalau ada yang pernah membaca berita ini, pasti akan berpendapat bahwa Sang wartawan adalah orang yang hebat dan pandai menganbil sudut pandang yang menarik dalam sebuah pemberitaan. Liar pemikirannya. Kematian John Fitzgerald Kennedy menimbulkan banyak sekali pertanyaan saat itu. Sampai saat ini, penyebab kematiannya pun masih menjadi sebuah misteri. kemisteriusan kematian ini membuat hampir semua wartawan saat itu memberitakannya. artinya hampir semua pemberitaan saat itu mengangkat soal penyebab kematian orang nomor satu di Amerika ini.

Akan tetapi hal berbeda dibuat oleh  Jimmy Breslin. Dialah sang penulis berita " Ini Sebuah Kehormatan". Sehari setelah pemakaman Jahn F. Kennedy, bahkan hingga saat ini, berita itu menjadi bahan perbincangan di seantero dunia. kemenarikan dari berita ini adalah sudut pandang yang diambil sang wartawan. Disaat yang lain mengangkat soal misteri kematian Kennedy, Jimmy Breslin malah menulis tentang sang penggali kubur dari Perdana Mentri Amerika Serikat tersebut. seperti apa beritanya? Selamat membaca dan mari kita berdiskusi tentang berita ini.

Jumat, 01 Juni 2012

Daftar Nama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Anggota PPMI DK Yogyakarta


No.
Nama LPM
Alamat
Contact/email LPM
01.
LPM Ekspresi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Gedung Student Center (SC) lt.2 Universitas Negeri Yogyakarta 55281
lpm_ekspresi@yahoo.com, ekspresionline.com
02.
LPM Poros Univ. Ahmad Dahlan (UAD)
Gedung ITC Lt. 2 Jl. Kapas no. 9
poros_uad@yahoo.co.id
03.
LPM Pendapa Tamansiswa Univ. Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Kompleks Perpustakaan FKIP UST Jl. Batikan No.2 Tempel, Wirogunan Yogyakarta
04.
LPM Natas Univ. Sanata Dharma (USD)
Jl. Mrican Tromol Pos no. 29 Student Center Kampus Realino
 lpm.natas@gmail.com
05.
LPM Solid FTSP UII
Basement FTSP UII, Jln, Kaliurang KM 14,5, Sleman, Yogyakarta

06.
LPM Ekonomika FE UII
Lt. II Kampus Antara Univ.Islam Indonesia Condong Catur. Telp.0274-881546 pswt.2101 Fax.0274-882589
http://lpmekonomika.blogspot.com/
uii.ekonomika@journalism.com
07.
LPM Fenomena FT UNY
Gedung PKM FT UNY

fenomena.lpmt@gmail.com
08.
LPM Das Sien FH Univ. Atma Jaya (UAJY)
Fakultas Hukum ATMA JAYA, Jl. Moses Gtot Kaca, Mrican.

09.
LPM Kreativa FBS UNY
Gedung PKM FBS UNY

10.
LPM d’Journal AMIKOM
AMIKOM, ringroad utara Condong Catur.

lpmjournal@gmail.com
www.lpmjournal.com
 
11.
LPM Keadilan FH UII
Jl. Tamansiswa No.158 Yogyakarta 55151, Telp.0274-377043, 379178. e-
lpm_keadilan_fhuii@yahoo.com, http://lpmkeadilan.com, www.lpmkeadilan.blogspot.com
12.
LPM Himmah UII
Jalan Cik Di Tiro No.1, Yogyakarta, Indonesia
himmah_media@mailcity.com
http://lpmhimmahuii.org
13.
LPM Profesi FTI UII
Kompleks Gedung Lembaga FTI UII Jl. Kaliurang km 14,4, Yogyakarta, Indonesia 55581
http://bungprof.blogspot.com
http://www.lpmprofesi.co.cc
14.
LPM Nuansa Univ. Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Gd. Student Center Mustafa Kemal Pasha UMY Lantai 2 No. 17 Jl. Ringroad Barat, Bantoel, Indonesia 55
Telp (0274) 37754
Faks (0274) 374393

http://nuansa.persmahasiswa.org
lppmnuansaumy@yahoo.com
15
LPM Kliring Univ. Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
UPN Fakultas Ekonomi Condong Catur.
kliring_magz@yahoo.com




16.
LPM Cakrawala Univ. Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)
Jl. Wates Km.10 Yogyakarta 55753
cakrawalapersma@yahoo.com
17.
LPM Kognisia UII
Fakultas Psikologi UII, Jl. Kali Urang Km.14.

18.
LPM Pilar Demokrasi FAI UII
Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Yogyakarta 55584 Telp.0274-898642 Fax.0274-898643


pilardemokrasi@rocketmail.com
19.
LPM Advokasia Fak. Syariah UIN Suka
Lt. II Ruang 2.44 Student Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Hp. 08179513016

lpmadvokasia@yahoo.co.idlpm.advokasia@yahoo.co.id
20.
LPM Teropong APMD
Komplek UKM Kampus STPMD "APMD" Jl. Timoho 317 Yogyakarta, Telp.0274-561971 Fax.0274-515989
persma_teropong@yahoo.co.id
21.
LPM Rhetor UIN Suka
Fakultas Dakwah UIN Suka, kompleks Student Center Yogyakarta.

22.
LPM Paradigma UIN Suka
Fakultas Tarbiah UIN suka Yogyakarta, komplek Student Center.

23.
LPM Balance AA YKPN
komplek UKM Gedung Utara Lantai II Akademi akuntansi YKPN Jalan Gagak Rimang 2-4 Balapan, Yogyakarta, Indonesia 55221A
balancepers@yahoo.com 
http://www.balancepers.com
24.
LPM Beta STTN Batan
Kampus STTN Babar Sari Yogyakarta.

25.
LPM Literasia
Fakultas Sos.Hum UIN Suka komplek Student Center Yogyakarta.

lembah_literasia@yahoo.co.id
26
LPM Presisi
ISI Yogyakarta

lpm_presisi@yahoo.co.id
27
LPM Humanius
LPM HumaniusH Lt.II Student Center UIN SUKA Jl. Laksda Adisucipto No.56 Yogyakarta, Indonesia
humaniushlpm@yahoo.com